Home » FAQs » LDII Sebagai Ormas

LDII Sebagai Ormas

July, 2013

  • 28 July

    Bagaimana pandangan LDII terhadap Wawasan Kebangsaan?

    LDII memiliki wawasan untuk selalu mendahulukan kepentingan bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa dan integritas nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut LDII bersama-sama dengan tokoh-tokoh Pejuang 45 dan Markas Besar (Mabes) ABRI menyelenggarakan Penataran Wawasan Kebangsaan di Gedung Juang 1945, Jakarta. Di Tingkat Pusat sudah ditatar 20 angkatan masing-masing 150 orang per angkatan. Penataran Wawasan Kebangsaan ini juga diadakan di tingkat daerah …

  • 21 July

    Apakah syarat untuk menjadi anggota LDII?

    Berdasarkan Anggaran Dasar Pasal 14, anggota LDII adalah Warga Negara Indonesia yang: Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Setia kepada Pancasila dan UUD 45; Menyatakan diri dengan sukarela menjadi anggota LDII; Menerima, menyetujui, dan sanggup taat terhadap AD dan ART LDII, serta seluruh keputusan musyawarah dan rapat-rapat, serta Peraturan Organisasi; dan Bersedia mengikuti segala kegiatan sesuai dengan Program …

June, 2013

  • 30 June

    Apa peran LDII dalam bidang ekonomi?

    LDII peduli dan turut serta dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan uji coba mengadakan kegiatan Usaha Bersama (UB) yang berbasis di tingkat Pengurus Cabang (PC) yang tersebar di seluruh Indonesia.

  • 26 June

    Bagaimana aspirasi politik warga LDII pada saat Pemilu?

    LDII adalah organisasi kemasyarakatan yang independen yang tidak mengikatkan diri ke partai politik manapun. Adapun pada saat Pemilu, tanpa mengurangi nilai demokrasi, aspirasi politik warga LDII disalurkan sesuai dengan keputusan Rakernas yang diadakan menjelang Pemilu.

  • 24 June

    Berapakah jumlah kepengurusan LDII di Indonesia?

    Berdasarkan data pada Munas VI tahun 2005, LDII sudah ada di: • 32 DPD Propinsi; • 302 DPD Kabupaten dan Kota; • 1637 PC (Pimpinan Cabang) di Kecamatan; • 4500 PAC (Pimpinan Anak Cabang) di Desa/Kelurahan. Dalam Munas VI tahun 2005, warga LDII yang tersebar di 4500 PAC di Desa/Kelurahan seluruh Indonesia mencapai sekitar 15 juta jiwa.