Home » Berita » PENGAJIAN KEPUTRIAN LDII PALU
antusiasme pengajian keputrian ldii sulteng

PENGAJIAN KEPUTRIAN LDII PALU

PENGAJIAN KEPUTRIAN LDII PALU – Hari Minggu biasanya menjadi hari bersantai, hari berkumpul bersama anggota keluarga bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya, tak terkecuali bagi sebagian besar masyarakat Kota Palu. Namun, untuk para pemuda dan pemudi LDII Kota Palu, hari itu digunakan untuk menimba ilmu, khususnya ilmu agama, dengan mengaji.

Bertempat di Masjid Shirotol Mustaqim, remaja LDII Kota Palu mengadakan pengajian rutin yang diadakan sebulan sekali, setiap hari Minggu, tepatnya pada minggu keempat. Namun, tidak seperti pada bulan – bulan sebelumnya, pada pengajian bulan Juni ini, tepatnya tanggal 23 Juni 2013, antara remaja putra dan putri dipisahkan pengajiannya. Untuk remaja putri ditempatkan di lantai tiga masjid, sedangkan remaja putra bertempat di lantai dua. Adapun materi yang disampaikan kepada remaja putri ialah mengenai bersuci dan bagaimana pakaian muslimah sesuai syariat agama.

antusiasme pengajian keputrian ldii sulteng pengajian keputrian ldii sulteng

Untuk materi bersuci, dibawakan oleh Ibu Liliy Suryani, S.Pd. Materi ini disampaikan, karena melihat masih perlu ditingkatkannya pemahaman para remaja putri dalam menjaga kesucian terutama dalam sholat. Sholat adalah kewajiban setiap umat Islam kepada Allah. yang merupakan amalan yang pertama kali di hisab nantinya. untuk itu masalah kesucian ini perlu dan harus betul-betul diperhatikan mengingat ancamannya pun tidak main-main.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ibu Lilik, dalam hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melewati tempat penguburan, beliau mendengar jeritan manusia yang disiksa, dan yang mencengangkan adalah mereka tidak disiksa karena dosa besar, melainkan salah satunya dikarenakan menyepelekan masalah najis.

Di hadis lain juga menerangkan bahwa walau hanya seujung jarum, najis yang ada di pakaian sholat kita, menyebabkan kita kehilangan pahalanya. Keadaan suci yang dimaksud disini bukan hanya badannya saja yang terjaga dari najis, tapi juga pakaian dan tempat sholatnya.

Selanjutnya materi tentang Pakaian Muslimah dibawakan oleh Ibu Dra. Endang Sri Wahjuni yang lebih akrab dipanggil Ibu Kenik. Dalam materinya, Bu Kenik menyampaikan keprihatinannya melihat banyaknya remaja putri saat ini yang berpakaian tidak sesuai dengan syariat Islam, bahkan cenderung mengumbar aurotnya. Padahal Allah telah menyampaikan perintah–Nya untuk menutupi aurot yang tertera dalam Surat An-Nur ayat 31. Ibu Kenik juga memaparkan bagaimana pakaian seorang muslimah yang sesuai syari’at islam.

Adapun pakaian seorang wanita yang sesuai dengan syari’at Islam ialah sebagai berikut:

  1. Kerudung panjang dan lebar sampai menutupi dada, dan tidak tipis.
  2. Blous/ baju yang dikenakan tebal, lengan lebar dan panjang hingga menutupi pergelangan tangan, dan panjang serta lebar baju hingga lutut.
  3. Celana / rok lebar, tidak tampak body, dan menutup hingga mata kaki.
  4. Tidak diperkenankan mengenakan pakaian orang kafir.
  5. Tidak boleh mengenakan pakaian berwarna kuning polos.

Berpakaian yang benar juga merupakan bentuk ibadah kita kepada Allah. Agama tidak pernah melarang kita mengikuti mode selagi itu tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

Diharapkan dengan materi – materi yang disampaikan pada pengajian kali ini, para remaja putri bisa lebih mutawari’ (berhati-hati) lagi dalam menjaga kesucian, serta bisa berpakaian yang sesuai dengan syari’at Islam, yang telah tertuang dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits. (dp/wi)

Leave Your Comment