Home » Berita » LDII Kota Palu Menggelar Sholat Hari Raya Idul Adha
sholat hari raya idul adha ldii palu

LDII Kota Palu Menggelar Sholat Hari Raya Idul Adha

sholat-idul-adha-ldii

Palu – Selasa (15/10/2013) warga LDII Kota Palu menggelar Sholat Ied pada Hari Raya Idul Adha 1434 H di halaman Masjid Shirothol Mustaqim Palu yang berada di Jalan zebra No.32 Palu. Ini untuk kesekian kalinya jajaran DPD LDII Kota Palu melaksanakan sholat ied di tempat yang sama, karena memang letaknya ditengah-tengah kota dan memiliki halaman yang cukup luas.

Tepat pukul 06.00 waktu setempat, tempat parkir sudah mulai dipadati kendaran bermotor dan shaf-shaf sudah mulai terisi jamaah sholat ied. Mengingat pentingnya kelurusakan shaf, panitia membentuk tim shaf untuk mengatur dan memastikan agar shafnya benar-benar lurus.

Pukul 06.30 Ustadz Isnaini yang juga staf pengajar pada Ponpes Shirothol Mustaqim Palu memimpin sholat Idul Adha sekaligus memberikan khutbah.

nasehat-agama-ldii-palu-sholat-iedSelanjutnya diakhir kegiatan Ir. H. Agus Efendi, M.Si. memberikan taushiah agama kepada warga LDII dan jamaah sholat hari raya yang terdiri dari berbagai profesi itu. Dalam tausyiahnya Ustadz Agus yang juga Wakil Ketua DPW LDII Prov. Sulawesi Tengah itu membeberkan dasar syariat Islam dalam berqurban.

“Kemudian dalam Shohih Bukhori diriwayatkan tentang Rosulullah SAW yang menyabdakan bahwa barang siapa yang menyembelih qurban sebelum sholat ied maka qurbannya tidak sah dan dianggap sebagai sembelihan biasa,”ujarnya.

Lebih lanjut Ustadz Agus menjelaskan, Allah telah berfirman dalam QS.Al-Hajji – 37 bahwa Tidak akan sampai kepada Allah dagingnya hewan qurban tidak pula darahnya tetapi yang sampai kepada Allah adalah ketaqwaannya. Dan dalam QS.Al-Maidah – 27 Allah berfirman sesungguhnya Allah hanya menerima qurban dari orang – orang yang bertaqwa.

Untuk itu beliau mengajak kepada seluruh jamaah untuk menata niat dalam berqurban. “Maka marilah kita laksanakan qurban ini dengan landasan ketaqwaan. Kita niatkan qurban kita semata-mata lillahi ta’ala, bukan sekedar untuk agar bisa pesta daging,”ungkapnya.

 Dalam rangka ketaqwaan ini beliau menekankan agar sebanyak mungkin dari daging hewan qurban untuk dishodakohkan kepada kaum fakir miskin dan dhuafa’.(zz)

Leave Your Comment